Latar belakang parasitologi medis dengan mikroskop dan spesimen ilmiah
Materi Edukasi Kedokteran

PARASIT PADA RONGGA MULUT

by dr Henny Kartikawati, MKes, SpTHT-KL

Panduan komprehensif tentang parasit yang ditemukan pada rongga mulut — meliputi diagnosis, morfologi, pencegahan, dan terapi terkini berdasarkan jurnal kedokteran.

Gambaran Umum

Parasit pada Rongga Mulut

Tiga jenis parasit utama yang ditemukan pada rongga mulut manusia, masing-masing dengan karakteristik, diagnosis, dan penanganan yang berbeda.

Penyakit periodontal yang berkaitan dengan infestasi parasit oral

Hubungan Parasit Oral dengan Penyakit Periodontal

Penelitian terbaru menunjukkan hubungan signifikan antara keberadaan parasit oral (terutama T. tenax dan E. gingivalis) dengan keparahan penyakit periodontal. Prevalensi parasit ini meningkat hingga 70-95% pada pasien dengan periodontitis berat dibandingkan 10-20% pada individu dengan gingiva sehat. Pemahaman tentang peran parasit dalam ekosistem oral menjadi kunci dalam penatalaksanaan periodontal yang komprehensif.

Myiasis Oral

Infestasi Larva Lalat pada Rongga Mulut

Myiasis oral adalah kondisi infestasi larva (belatung) dari ordo Diptera pada jaringan rongga mulut. Kondisi ini termasuk jarang namun serius, terutama pada pasien dengan higiene oral yang buruk, pasien geriatri, penyandang disabilitas intelektual, dan individu dengan luka terbuka di area orofasial. Spesies yang paling sering menyebabkan myiasis oral antara lain Chrysomya bezziana, Cochliomyia hominivorax (New World screwworm), Oestrus ovis, Wohlfahrtia magnifica, dan Musca domestica.

Gambaran klinis Myiasis Oral

Larva penyebab myiasis memiliki karakteristik morfologi yang khas pada setiap stadium perkembangannya.

  • Stadium L1 (Instar 1): Larva berukuran 1-2 mm, berwarna putih transparan, memiliki hook mouth (kait mulut) untuk melekat pada jaringan
  • Stadium L2 (Instar 2): Larva berukuran 5-10 mm, tubuh bersegmen dengan spina (duri) kutikular yang terlihat jelas
  • Stadium L3 (Instar 3): Larva berukuran 10-20 mm, berwarna kuning-kecoklatan, segmen tubuh lebih jelas dengan band spina posterior
  • Tubuh memiliki 11-12 segmen dengan posterior spiracle (lubang pernapasan) yang khas untuk identifikasi spesies
  • Cephalopharyngeal skeleton (kerangka kepala-faring) terlihat pada pemeriksaan mikroskopis, berguna untuk identifikasi
  • Anterior end memiliki sepasang oral hooks berbentuk melengkung untuk penetrasi jaringan
Tampilan mikroskopis larva Diptera penyebab myiasis oral menunjukkan tubuh bersegmen dengan spina kutikular

Trichomonas tenax

Flagelata Protozoa pada Rongga Mulut

Trichomonas tenax (sinonim: T. buccalis, T. elongata) adalah protozoa flagelata yang hidup sebagai komensal di rongga mulut manusia. Organisme ini ditemukan terutama pada plak gigi, poket periodontal, dan tonsil kripte. Prevalensi T. tenax dilaporkan 4-53% pada populasi umum, meningkat signifikan hingga 70-80% pada pasien dengan penyakit periodontal berat. Meskipun umumnya dianggap non-patogenik, bukti terkini menunjukkan peran potensialnya sebagai ko-faktor dalam patogenesis penyakit periodontal.

Gambaran klinis Trichomonas tenax

T. tenax merupakan protozoa berbentuk piriform (buah pir) dengan struktur yang kompleks dan khas.

  • Ukuran: 5-12 μm panjang × 7-9 μm lebar, berbentuk piriform (buah pir) hingga ovoid
  • Memiliki 4 flagela anterior yang bebas, berfungsi untuk motilitas aktif
  • Satu flagela rekuren yang membentang sepanjang membrana undulans (undulating membrane)
  • Axostyle: batang hialin kaku yang menonjol dari posterior, berfungsi sebagai kerangka internal
  • Costa: filamen pendukung yang berjalan paralel dengan membrana undulans
  • Nukleus: berbentuk ovoid, terletak di anterior, dengan chromatin yang tersebar merata
  • Hydrogenosome: organel pengganti mitokondria yang menghasilkan hidrogen molekuler
  • Tidak memiliki bentuk kista — hanya trofozoit yang diketahui, transmisi melalui kontak langsung
Gambaran mikroskopis Trichomonas tenax menunjukkan flagela anterior, membrana undulans, dan axostyle

Entamoeba gingivalis

Amoeba pada Jaringan Periodontal

Entamoeba gingivalis adalah protozoa ameboid yang merupakan penghuni umum rongga mulut manusia. Pertama kali dideskripsikan oleh Gros pada tahun 1849, E. gingivalis ditemukan pada celah gingiva, poket periodontal, dan kripte tonsil. Organisme ini memiliki hubungan erat dengan penyakit periodontal — ditemukan pada 60-95% pasien periodontitis dibanding hanya 10-20% pada individu sehat. Studi terbaru menunjukkan bahwa E. gingivalis berperan aktif dalam destruksi jaringan periodontal melalui fagositosis sel host dan induksi inflamasi.

Gambaran klinis Entamoeba gingivalis

E. gingivalis memiliki karakteristik morfologi yang unik sebagai satu-satunya Entamoeba yang menghuni rongga mulut.

  • Ukuran trofozoit: 10-35 μm (rata-rata 15-20 μm), bervariasi tergantung aktivitas fagositik
  • Hanya memiliki bentuk trofozoit — TIDAK membentuk kista (berbeda dari E. histolytica)
  • Pseudopodia: tonjolan sitoplasma yang aktif untuk pergerakan ameboid dan fagositosis
  • Sitoplasma terbagi menjadi ektoplasma (jernih) dan endoplasma (granular, mengandung vakuola)
  • Vakuola makanan: berisi leukosit polimorfonuklear (PMN), eritrosit, bakteri, dan debris sel yang difagositosis
  • Nukleus: tunggal, berdiameter 2-4 μm, dengan kariosom kecil sentral dan kromatin perifer yang merata
  • Membran sel: tipis dan fleksibel, memungkinkan perubahan bentuk aktif selama pergerakan
  • Ciri khas diagnostik: adanya leukosit yang telah difagositosis dalam vakuola makanan (patognomonik)
Gambaran mikroskopis trofozoit Entamoeba gingivalis dengan pseudopodia dan vakuola makanan berisi leukosit
Daftar Pustaka

Referensi Jurnal

Sumber referensi dari jurnal kedokteran terbaru (2020-2023) yang digunakan dalam materi ini.

1

Ghalandar A et al. (2022). Oral Myiasis: A Systematic Review. J Cranio-Maxillofacial Surgery, 50(3), 234-241.

2

Athari SS et al. (2021). Trichomonas tenax and Its Association with Periodontal Disease. Parasitology Research, 120(5), 1587-1596.

3

Trim RD et al. (2021). Entamoeba gingivalis in Periodontal Disease. Parasites & Vectors, 14(1), 288.

4

Benabdelkader S et al. (2022). Molecular Detection of Trichomonas tenax. Acta Parasitologica, 67(1), 412-420.

5

Garcia-Linares S et al. (2022). Photodynamic Therapy against Oral Protozoa. Photodiagnosis PDT, 38, 102-108.

6

Yazar S et al. (2021). Molecular Identification of E. gingivalis. Clinical Oral Investigations, 25(7), 4321-4328.

7

Al-Maweri SA et al. (2023). Oral Myiasis in Developing Countries. Tropical Med & Intl Health, 28(2), 89-97.

8

Tiwari S et al. (2023). Prevalence and Treatment Outcomes of Oral Protozoa. J Oral Microbiology, 15(1), 2189-2198.

9

Sharma J et al. (2021). Management of Oral Myiasis. British Dental Journal, 231(8), 512-518.